And i was like *facepalming* Demi apa ya nelayan-nelayan ini egois sekali menebar pukat harimau dan malah merusak ekosistem yang notabene mengembalikannya susah dan butuh berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun? Dan sekarang (sesuai apa yang saya dengar dari cerita saudara) nelayan disana pada gigit jari, ga terkecuali saudara gw itu yang sekarang harus impor ikan dari taiwan sementara dulunya dengan leluasa memanfaatkan hasil alam sendiri.
Dan gw menebak beberapa nelayan akan minta suaka sama pemerintah. Mungkin loh ya. Dan kalau itu beneran kejadian, disini bukan cuma pemerintahannya aja yang ngelawak, masyarakatnya juga bisa ikut ngelawak nih. Ga ada yang bener nantinya.
Dan demi kebodohan itu, ikan lemuru yang harusnya 500 perak per ekor (dan itu ikan dengan ukuran tanggung, kalo yang gemuk-besar-mengkilat bisa 1000 perak) jadi 1500 per ekor (dan yang gendut pun naik jadi 2500). Dan sayangnya ikan lemuru adalah satu-satunya ikan yang didoyanin kucing-kucing gw, dan akhirnya saya cuma bisa sedih.
Sedih karena harus mencari alternatif lauk untuk si kucing, sedih karena gw juga pada akhirnya cuma bisa makan yang lebih murah. Hahahaha.
orz.
Subscribe

0 comments:
Post a Comment